Jangan Tunggu Parah! Kenali Malaria Sejak Dini, Lindungi Keluarga dari Ancaman Penyakit yang Ditularkan Nyamuk

  • Jul 08, 2026
  • KIM Tunas Melati Ketonggo

SUMBEREJO – Demam yang datang disertai menggigil sering kali dianggap sebagai gejala penyakit biasa. Sebagian orang memilih beristirahat di rumah atau mengonsumsi obat penurun panas tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. Padahal, di balik keluhan tersebut dapat tersimpan ancaman penyakit yang membutuhkan penanganan segera, salah satunya adalah malaria.

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penyakit ini masih menjadi perhatian dunia kesehatan karena dapat menimbulkan komplikasi serius apabila terlambat ditangani. Oleh sebab itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam melindungi diri dan keluarga.

Kepala Puskesmas Semin II, dr. Nur Sufiatul Chairani, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa malaria bukan sekadar demam biasa. Penyakit ini memiliki gejala khas yang harus segera diwaspadai, terlebih bagi masyarakat yang memiliki riwayat bepergian ke wilayah endemis malaria.

"Jangan menunggu hingga kondisi semakin berat. Apabila mengalami demam tinggi yang datang berulang, disertai menggigil, berkeringat, tubuh lemas, atau baru saja melakukan perjalanan dari daerah endemis malaria, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga risiko komplikasi dapat dicegah," jelas dr. Nur Sufiatul Chairani.

Gejala malaria umumnya muncul berupa demam tinggi yang terjadi secara berkala, menggigil hebat, kemudian diikuti keluarnya keringat berlebihan ketika suhu tubuh mulai turun. Tidak sedikit penderita juga mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga tubuh terasa sangat lemas. Pada kondisi tertentu, malaria dapat berkembang menjadi lebih berat dan membahayakan jiwa apabila tidak segera memperoleh penanganan medis.

Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung antarmanusia, malaria menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit penyebab penyakit. Oleh karena itu, menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan.

Masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah, menguras atau menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menjaga saluran air tetap lancar, serta menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, penggunaan kelambu saat tidur, pemakaian obat anti nyamuk, serta mengenakan pakaian berlengan panjang ketika beraktivitas pada sore hingga malam hari juga menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Menurut dr. Nur Sufiatul Chairani, keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Pencegahan malaria dimulai dari lingkungan yang bersih dan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri. Jangan ragu memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan. Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah terbaik untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat," tambahnya.

Puskesmas Semin II terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, serta pemantauan terhadap berbagai penyakit menular, termasuk malaria. Upaya promotif dan preventif terus dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor.

Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Kepedulian terhadap lingkungan, kebiasaan hidup bersih, dan kesadaran untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala merupakan investasi terbaik bagi kesehatan keluarga.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran untuk mencegah malaria semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit menular. Karena menjaga kesehatan hari ini berarti melindungi masa depan keluarga dan generasi yang akan datang.