Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa, Sumberejo Bekali Pengelola BUMDes dan KWT dengan Pelatihan Tata Kelola Berkelanjutan
- Jul 02, 2026
- KIM Tunas Melati Ketonggo
Sumberejo – Ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui peningkatan hasil pertanian, tetapi juga ditentukan oleh tata kelola kelembagaan desa yang profesional, kolaboratif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kalurahan Sumberejo menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan BUMDes Ketahanan Pangan pada Senin (29/6/2026) di Balai Kalurahan Sumberejo sebagai upaya memperkuat kapasitas pengelola dalam mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan Pendamping Desa sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai strategi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelatihan diikuti oleh Pamong Kalurahan Sumberejo, pengelola BUMDes Sumber Sejahtera, serta Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) dari seluruh padukuhan di Kalurahan Sumberejo.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif sejak awal kegiatan. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai regulasi dan tata kelola kelembagaan BUMDes, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai peluang pengembangan unit usaha yang mampu mendukung program ketahanan pangan di tingkat kalurahan. Berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha desa turut menjadi bahan pembelajaran bersama.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa BUMDes memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa. Oleh karena itu, pengelola dituntut memiliki kemampuan dalam menyusun perencanaan usaha, mengelola administrasi dan keuangan secara transparan, membangun kemitraan, hingga menciptakan inovasi usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mencakup penguatan sistem distribusi, pengolahan hasil, pemasaran, serta pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pangan. Dalam konteks tersebut, sinergi antara BUMDes, Kelompok Wanita Tani (KWT), pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kehadiran para Ketua KWT dari seluruh padukuhan memberikan warna tersendiri dalam forum ini. Mereka aktif menyampaikan berbagai pengalaman mengenai pengembangan pekarangan pangan, budidaya tanaman hortikultura, hingga peluang pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Diskusi yang terbangun menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara BUMDes dan KWT dalam menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Pelatihan ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan BUMDes Sumber Sejahtera sebagai lembaga ekonomi desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis potensi lokal, BUMDes diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah kalurahan dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan.
Sejumlah poin penting mengemuka dalam kegiatan ini, di antaranya pentingnya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola BUMDes, memperluas kerja sama dengan kelompok tani dan KWT, mengembangkan unit usaha yang mendukung sektor pangan, serta memastikan setiap program usaha dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kalurahan Sumberejo berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun kelembagaan ekonomi desa yang semakin kuat dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat, BUMDes Sumber Sejahtera diharapkan mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi sekaligus pilar ketahanan pangan di Kalurahan Sumberejo.
Melalui peningkatan kapasitas pengelola dan penguatan sinergi bersama Kelompok Wanita Tani, Kalurahan Sumberejo terus menegaskan komitmennya dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Dari ruang pelatihan di Balai Kalurahan Sumberejo, lahir optimisme bahwa ketahanan pangan tidak sekadar menjadi program, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari potensi desa, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.